Kamu adalah rajaku,

Penguasa takhta di relung jiwa ini.

Bak rakyat yang kehilangan arah tanpa titah,

Hati ini hampa tanpa kehadiranmu.

Tanpa cintamu, aku tersesat dalam sunyi,

Tanpa dirimu, langkahku kehilangan arti.

Maka jagalah takhta ini wahai Sang Raja,

Biarkan ia berdiri kokoh di sanubari.

Di dalam jiwamu, aku menemukan tenang,

Di dalam tubuhku, lelahku sirna oleh pandang.

Hadirmu adalah obat bagi dada yang sesak,

Pelukmu adalah rumah bagi hati yang retak.

Wahai Rajaku, jangan pernah pergi,

Tetaplah bertahta dalam hidup ini.

Agar kita dapat membagi rindu,

Menenun kasih, hingga waktu berlalu selamanya.

By, Imanuel Tahrin