Maybrat, Petarung.org- Pagi itu, suasana Aula Samu Baah di Distrik Ayamaru tampak tak biasa. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari petani, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) industri rumah tangga, hingga staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat berkumpul penuh antusias. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah mulai dari Aifat, Ayamaru, hingga Aitinyo membawa semangat yang sama: belajar meningkatkan nilai jual komoditas unggulan lokal mereka, yakni keladi.
Melalui program Sekolah Lapang Pelatihan Pengolahan Keripik Keladi dan Kacang Telur Industri Rumah Tangga, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat. Pelatihan ini secara khusus membekali para peserta dengan keterampilan mengolah keladi menjadi keripik yang renyah dan lezat. Keladi mentah yang selama ini hanya dijual langsung di pasar tradisional kini didorong untuk ditransformasi menjadi produk olahan bernilai ekonomis tinggi, berdaya simpan lebih lama, serta berpotensi menjadi oleh-oleh khas unggulan dari Maybrat.
Ada pemandangan menarik sekaligus menginspirasi dalam pelatihan ini. Para narasumber yang hadir membagikan ilmu di antaranya Bapak Zakarias Howay, S.P., Ibu Agustina, S.H., serta Mama Bless Bawy dari BUMDes Mandiri Memba, Ayamaru Tengah yang hadir di pelatihan kali ini Kamis (15/10/2026), merupakan alumnus dari kegiatan serupa yang digelar pada 10 Desember 2025 lalu.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa Orang Asli Papua (OAP) Maybrat mampu berkembang dan bersaing secara mandiri di dunia usaha mikro.
”Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi nyata bagi warga lainnya. Ini bukti bahwa OAP Maybrat juga bisa bersaing dengan pelaku usaha dari daerah lain,” ujar Elfis Bosawer, S.T.P., Kepala Bidang Perkebunan sekaligus Ketua Panitia Kegiatan. kepada media ini, belum lama ini.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Maybrat yang memberikan sambutan hangat sekaligus dukungan penuh terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis pangan lokal. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menggelar pelatihan satu hari lalu selesai. Pendampingan secara berkelanjutan akan terus diberikan oleh dinas terkait bagi kelompok-kelompok usaha yang memiliki komitmen tinggi untuk memulai dan membesarkan produksi olahan keladi di Maybrat.
Dengan berbekal materi, bantuan peralatan sederhana, serta semangat juang para pelaku usaha lokal, langkah kecil dari Aula Samu Baah ini diharapkan mampu menjadi pemicu kebangkitan industri rumah tangga dan ekonomi kreatif di Kabupaten Maybrat. (CR2)





