Oleh : Origenes Asmuruf (*)

Seringkali ada pernyataan yang keluar, mengapa orang Papua miskin di atas kekayaanya yang begitu melimpah?

Pertanyaan ini terus berulang-ulang keluar dari mulut orang Papua, bahkan keluar dari mulut kaum migran (orang luar Papua). Mengapa orang Papua tidak kaya raya padahal kalau mau dilihat, tanah mereka begitu banyak kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Salah satu penyebab orang Papua itu miskin diatas tanahnya sendiri karena semua orang Papua terjebak dan terjerumus masuk dalam dunia pemerintahan, sebagai Abdi Negara baik TNI, POLISI, PNS pegawai BUMN, BUMD adalah salah satu penyebab orang Papua itu tetap miskin diatas kekayaanya.

Banyak orang Papua mati-matian, berkelahi habis-habisan, bahkan demo bakar kantor hanya untuk jadi pegawai negeri, atau jadi aparat negara, mereka terjebak dan terpenjara dalam birokrasi pemerintahan dan itu membuat orang Papua tidak bergerak bebas kelolah kekayaanya sendiri.

Orang Papua menganggap bahwa menjadi aparat negara adalah kenyamanan, padahal sebuah sistim yang dibuat sehingga orang Papua tidak berdaya dan tidak bisa kelolah kekayaanya.

Orang Papua hanya menjadi pesuruh dan pengabdi bagi atasanya dan bekerja untuk mengamankan perintah pimpinan tertinggi. Orang Papua menganggap bahwa menjadi ASN, TNI, POLRI adalah kenyamanan hidup paling tertinggi, padahal tidak disadari bahwa itu adalah sistim yang diciptakan untuk membuat orang Papua tidak berdaya.

Begitu banyak kekayaan dan sumberdaya alam Papua yang di kelolah dan di kuasai oleh orang di luar Birokrasi, mereka yang tidak mau diatur oleh sistim.

Orang-orang yang diluar pemerintahan menguasai kekayaan alam Papua dan mereka terus menjadi kaya raya, berhasil, berkembang dan terus maju. orang diluar birokrasi mengolah sumberdaya alam Papua yang kaya raya itu, dalam sekejab dalam waktu yang singkat mereka menjadi kaya raya, mapan, berhasil, berkuasa.

Sedangkan orang Papua yang mengabdikan diri pada Negara mulai dari usia muda hingga pensiun hidupnya begitu saja, bahkan memprihatinkan, dari generasi ke generasi. Sungguh menyedihkan, orang Papua miskin diatas kekayaanya, karena terjebak pada dunia birokrasi, bagai hidup dalam penjara yang tidak bebas bergerak karena diatur oleh aturan.

Jika orang Papua terlambat sadar dan hanya berkelahi untuk masuk dunia birokrasi maka orang Papua akan terus menjadi miskin di atas kekayaanya dan orang luar akan menjadi kaya karena menguasai dan mengolah kekayaan alam milik orang Papua.

(*) Penulis adalah pengorganisir rakyat yang konsen untuk isu pertanian di wilayah Papua Selatan