Sorong, Petarung.org- EcoNusa salah satu Organisasi Non-Pemerintah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terus komitmen bekerja dan berupaya memperkuat ekonomi masyarakat adat di Kabupaten Maybrat, selain konsen untuk isu pertanian, EcoNusa Kembali memfasilitasi petani lokal di Kampung Susumuk, Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya, untuk menjual hasil pertanian ke kota dan langsung di olah memiliki nilai ekonomis lain.

“Hasil panen kali ini, sebanyak 4 ton kacang tanah dari Kampung Susumuk, Distrik Aifat, berhasil didistribusikan ke Kota Sorong untuk dipasarkan,” ujar Yohosua Tahrin, pendaping pertanian milik EcoNusa di kabupaten Maybrat, Pada Kamis, (15/1/2026) di Susumuk.

​Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara lembaga non-pemerintah (LSM) EcoNusa dengan koordinator lokal untuk menjawab tantangan akses pasar yang selama ini dihadapi petani lokal di wilayah pinggiran.

​”Pendampingan ini bertujuan untuk memutus rantai kerugian petani akibat sulitnya mencari pembeli dengan harga yang adil dan kita membangun Solusi Rantai Pasar bagi Petani di wilayah Maybrat,” ujarnya.

​Ia mengatakan, tujuan kami adalah menyiapkan tempat penjualan yang baik bagi Masyarakat, kami ingin memastikan petani tidak lagi merugi saat mencari pasar untuk menjual hasil panen.

“kalo selama ini hasil panen Masyarakat jual alakadrnya dan pasarkan di wilayah maybrat dan kota sorong dalam bentuk bahan baku, kita fasilitasi petani untuk langsung jual ke penada yang membutuhkan dengan skala besar,” ujarnya.

Tahrin yang telah bermitra dengan EcoNusa sejak tahun 2021 untuk kerja kerja relawan dan pendampingan di wilayah Maybrat.

​Ia menambahkan, dengan penjualan seperti ini, harga tetap adil dan terukur karena dalam kerja sama ini, disepakati skema harga yang menguntungkan bagi petani.

“Kacang tanah dijual dengan rincian ​Berat per karung: 50 kg dan ​Harga per karung: Rp 500.000 dan total volume kacang tana yang hari ini terjual sebanyak 4 Ton,” tuturnya.

​Ia mengharapkan partisipasi dan Peran Pemuda Maybrat, sebagai putra daerah, pemilik negeri Maybrat ini tanah kita, ini hampung halaman kita.

Kita harus terlibat penuh untuk memajukan petani kita, anak muda sangat potensial dalam membangun sistem ekonomi kampung kita lewat pertanian.

“”Pemuda harus memiliki kewajiban moral untuk menghadirkan solusi konkret atas masalah masalah sosial dan ekonomi di masyarakat, kita punya kewajiban memberikan solusi atas masalah pasar yang terjadi di masyarakat, terutama untuk komoditas kacang tanah yang menjadi unggulan kami di wilayah Maybrat,” pungkasnya. (CR3)