Sorong, Petarung.org- Pedagang asli Papua yang tergabung dalam Forum Pedagang Mama-mama Papua Mandiri Klademak, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Menggelar aksi demontrasi damai di depan kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Papua Barat Daya (PBD). Selasa, (15/4/2025).
Aksi damai para pedagang ini, disinyalir buntut dari pendataan pedagang mama-mama papua yang di data sejak tahun 2023. Mereka didata dan diiming-iming akan dibantu modal usaha, asal pedagang mengajukan dalam bentuk proposal permohonan modal usaha, namun program itu tidak terealisasi.
dan di tahun 2024, kembali lagi pihak dinas menyuruh pedagang untuk melakukan pendataan pedagang, lengkap dengan proposal, namun proses ini hanya sampai ke tahap kunjungan lapangan dari pihak bank untuk mendata. Sementara programnya kembali tidak berjalan efektif lagi karena pihak dinas punya agenda lain sehingga program ini tidak berjalan.
“Sebenarnya kita tidak datang juga aksi seperti ini, cuma sayang pemerintah sudah beberapa kali janji dan suru pedagang buat proposal cuma sampai hari ini belum terealisasi,” ujarnya. Ketua Forum Pedagang Mama-mama Papua Mandiri Klademak.Nataniel Jitmau.
ia menambahkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan akses modal usaha dan lapak jualan.
“Pedagang siap menerima program pemerintah yang sifatnya membangun dan memperdayakan masyarakat, sebagai pelaku pasar, namun dengan pola pendampingan tepat dan pemberian bantuan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam pantauan Petarung.org Massa aksi damai turut membawa tulisan-tulisan diatas kertas berisikan berbagai penolakan terhadap Rencana Dana Otsus Untuk Kredit, Bangun Lapak Pinang Bagi Pedagang, Gubernur PBD Segera Evaluasi Kadis Perindakop, Tolak Pogram Ekomas dan Pemberian bantuan modal usaha, mass aksi juga meminta gubernur PBD evaluasi kepala dinas Koperindag serta Pemberian akses modal usaha bagi para pedagang Papua.
Aksi pedagang ini berlangsung damai dan disambut baik oleh pimpinan dinas Koperindag Provinsi Papua Barat Daya dan jajarannya. setelah menerima tuntutan massa aksi.
Pihak pimpinan Koperindag, Dr. Drs. Suard Thamal, MM menyatakan bahwa, dirinya dan seluruh jajarannya bisa merasakan penderitaan mama-mama Papua dalam hal kerja serabutan dan mengurus dagangan mereka untuk membangun ekonomi keluarga mereka.
“Saya sudah mengabdi 40 tahun untuk tanah ini, dan saya melihat kondisi ekonomi mama mama memang miris, namun sebagai pegawai negeri sipil kita kerja ada aturan soal mekanisme anggaran, supaya saya tidak asal bantu dan saya kena masalah dan mama-mama juga jangan kena masalah kita harus hitung regulasinya baik dulu baru kita salurkan bantuan, itu alas an program ini kenapa tidak jalan optimal semua uang harus ada aturan dulu baru dicarikan” ujarnya.
di hadapan massa aksi, dirinya berjanji soal bantuan untuk pembangunan lapak jualan pinang dan beberapa tuntutan akasi massa akan kami wujudkan namun semua itu kita tunggu kordinasi dan petunjuk dari gubernur seperti apa dan kami akan tindaklanjuti. setelah mendengar tanggapan pihak dinas dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib (CR1)




