Sorong, Petarung- Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu Juli 2025 lalu menerima perwakilan mama-mama pedagang Papua dari berbagai daerah di Kantor Gubernur, Rabu (30/7/2025).
Gubernur berjanji akan menyiapkan dana Otsus, dengan catatan dana diperuntukan bagi pedagang aktif. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh harapan di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, sejak 30 Juli 2025 sampai dengan hari ini 9 Desember 2025, janji dari gubernur PBD itu ternyata Janji kosong belaka, karena sampai dengan hari ini Gubernur dan OPD terkait terkesan hanya memberi harapan palsu untuk perwakilan 4.157 pedagang mama-mama papua.
Kelompok mama-mama Papua, dalam hal ini kelompok mama mama Papua yang di damping oleh tim sukses gubernur sendiri, ada juga data di lapangan mama-mama yang katanya didampingi oleh Kamar Adat Pengusaha Papua, dan mama-mama Papua dalam komunitas Pedagang Pasar Mama-Mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) yang diketuai oleh mama Levina
Aspirasi dari mama-mama Papua yang selama ini berjualan tanpa kepastian tempat, tanpa dukungan modal, dan tanpa keberpihakan yang nyata dari pemerintah. “Kami ingin Gubernur menindaklanjuti janji-janji pemenuhan kebutuhan dasar pedagang OAP, khususnya modal usaha dan fasilitas yang layak,” ujar Robert Nauw Pendamping Pedagang mama-mama Papua.
Ia menambahkan bahwa data yang diserahkan hari ini mencakup 4.157 pedagang mama-mama Papua yang tersebar di berbagai titik pasar dan kompleks di Kota Sorong, termasuk Pasar Sentral Remu, Pasar Ikan Jembatan Puri, Pasar Modern Rufei, serta pedagang kaki lima di emperan jalan, pondok-pondok kompleks, pelaku usaha rumahan, hingga pedagang dari Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Maybrat, dan Raja Ampat.
“Ini bukan hanya data, tapi wajah-wajah perempuan Papua yang selama ini menghidupi keluarga dari hasil jualan kecil-kecilan. Kami berharap pemerintah hadir untuk memperkuat, bukan sekadar menjanjikan dengan janji kosong,” kata Robert.
Ia menambahkan, janji gubernur untuk mendukung pemberdayaan ekonomi OAP, melalui skema bantuan modal usaha yang telah diprogramkan.
Namun sampai dengan hari ini, mau tutup tahun anggaran 2025. Mama-mama belum dapat kepastian soal bantuan, yang sudah diperjuangkan 9 bulan terakhir melalui akhsi masa, rapat dengar pendapat, diskusi publik, tatap muka dengan dinas Perindagkop PBD, DPRD kota sorong, MRP PBD dan pertemuan dengan Gubernur Papua Barat Daya sendiri, yang mama-mama dapat hanya janji kosong.
“Gubernur sampaikan bahwa, aspirasi mama-mama ini akan dimasukan dalam, anggaran perubahan tahun 2025, dan diprioritaskan untuk dibiayai lewat Dana Otonomi Khusus (Otsus), terus realisasinya mana,” ujarnya.
Janji gubernur saat pertemuan, beliau ingin bantuan ini diberikan hanya kepada pedagang yang benar-benar aktif berusaha. Pemerintah ingin memastikan bahwa dana Otsus benar-benar menyentuh rakyat yang berjuang setiap hari di lapangan.
“Gubernur sudah kasi waktu kita mendata pedagang terus hasilnya mana, data pedagang kita sudah kasi di tangan gubernur bulan juni sampai hari ini sudah desember ini” tegasnya.
Semua mama-mama berharap, janji gubernur untuk mama-mama ini direalisasikan saat perayaan usia provinsi yang ke tiga di alun-alun Aimas 8 Desember 2025 ternyata janji itu kosong.
“Memang pejabat di provinsi ini tidak bisa memegang janji mereka, apalagi janji itu dijanji dihadapan mama-mama yang sudah 6 kali gelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Papua Barat Daya, hanya untuk minta akses modal bantuan usaha yang sumber dari 50% implementasi dari dana otsus untuk pemberdayaan ekonomi, aspirasi yang sampai hari ini hanya janji palsu” ujarnya. (CR1)




