Maybrat, Petarung.org- Dalam terang kasih Kampung Susumuk kembali menjadi saksi hidup bagi peristiwa besar yang menyatu dalam satu semangat: HUT ke-77 Injil Masuk di Kampung Susumuk. Momentum sakral ini dirayakan tidak hanya dengan ibadah syukur dan doa bersama, tetapi juga dengan gelaran pertandingan Gawang Mini antar tim se-Kampung Susumuk, yang digagas oleh Panitia HUT Jemaat Emaus Susumuk.

“Sebanyak 16 tim dari berbagai lingkungan dan kelompok warga akan betarnding dalam turnamen yang dihelat dengan sistem setengah kompetisi, mencerminkan semangat sportivitas dan persaudaraan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Lapangan di tengah kampung susumuk, ujar Ketua Panitia, Imanuel Tahrin. Belum lama ini. Di Susumuk, Maybrat.

Ia menambahkan, lapangan ini akan menjadi arena tempat semangat Injil dirayakan bukan hanya sebagai simbol peringatan, tapi juga mewujudkn nilai-nilai persaudaraan antar umat.

“Dalam pertandingan ini bukan soal siapa menang atau kalah. Ini tentang bagaimana kita hidup dalam damai dan saling menghargai. Karena Tuhan dan bangsa telah memerdekakan kita, maka kita pun harus membawa damai dalam setiap langkah,” ujarnya.

Ia juga menekankan, pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, pertandingan yang baik akan lahir dari sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi sportifitas.

Firman Tuhan yang diangkat dalam perayaan kali ini, “Supaya kamu hidup sebagai orang merdeka, dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menutupi kejahatan, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah” (1 Petrus 2:16), menjadi dasar rohani bagi seluruh rangkaian kegiatan dan Ibadah syukur yang dipimpin oleh Majelis Jemaat Emaus  Susumuk, turut menjadi peneguh iman dan pengingat bahwa kemerdekaan sejati berasal dari Tuhan. Dalam suasana teduh dan penuh pengharapan, warga merenungkan arti Injil sebagai kabar baik yang memerdekakan jiwa.

Warisan untuk Generasi, dengan diadakannya pertandingan gawang mini dan kegiatan lainnya, panitia berharap semangat iman dapat diwariskan kepada generasi muda. Tidak sekadar hiburan, tetapi sebagai ruang belajar bersama, bertanding dengan jujur, serta menghidupi nilai-nilai Injil

“Kami percaya bahwa melalui kegiatan seperti ini, anak-anak muda kita belajar tentang kerja sama, keberanian, dan hormat kepada Tuhan dan sesama,” tambah Imanuel. (CR1)