Maybrat, Petarung.org- Kabut tipis menyelimuti Kampung Kambuaya pada Minggu, (21/12/2025). Di tengah sejuknya udara pagi dan fajar menyingsing pagi itu, warga jemaat GKI Silo Kambuaya mulai menyiapkan diri untuk menyambut panggilan beribadah pada Minggu Adven ke-IV.
Sejak pagi hari, aktivitas warga sudah terlihat. Dimulai dengan merapikan tempat tidur hingga menyiapkan sarapan seadanya untuk keluarga, para jemaat kemudian bergegasmenyiapkan diri. Tepat pukul 08.00 WIT, warga mulai berangkat ke gereja bergegas dari rumah masing-masing, berjalan kaki santai menikmati suasana pagi di penghujung tahun untuk menuju gereja.
Setibanya di gereja, jemaat langsung mengambil tempat duduk di bangku-bangku yang tersedia. Alunan musik keyboard yang membawakan lagu-lagu pujian, nan syahdu mulai memenuhi ruangan. membawa suasana ketenangan di batin bagi setiap hati yang datang. Jemaat pun tampak menundukkan kepala, seraya berdoa secara pribadi sebelum memulai ibadah.
Dari pantauan kami, Ibadah resmi dimulai pada pukul 09.00 WIT ketika pelayan Firman Tuhan memasuki ruang utama dan naik ke mimbar. Seluruh jemaat berdiri dengan penuh sukacita, menyanyikan pujian pembukaan sebagai tanda dimulainya prosesi ibadah Adven terakhir sebelum menyambut Natal.
Firman Tuhan hari ini didasari pada Kitab Markus 13:24-32, yang mengisahkan tentang kedatangan Anak Manusia dan perumpamaan tentang pohon ara.
Dalam khotbahnya, Pendeta menekankan pentingnya kesiapan iman setiap umat Kristiani. Beliau menganalogikan kehidupan orang percaya seperti pohon ara; yang harus peka terhadap musim dan tetap berakar kuat. Jemaat diingatkan bahwa meskipun langit dan bumi akan berlalu, perkataan Tuhan adalah kekal, sehingga setiap pribadi harus senantiasa berjaga-jaga dalam iman.
Usai pemberitaan Firman, ibadah dilanjutkan dengan persembahan syukur dan doa penutup. Sebagai simbol persekutuan yang erat, pendeta turun dari mimbar untuk bersalaman dan berjabat tangan dengan seluruh anggota jemaat yang hadir.
Ibadah berakhir dengan penuh ucapan syukur. Warga jemaat kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang bersukacita, menyadari penyertaan Tuhan yang begitu besar sehingga mereka dapat merayakan Minggu Adven IV di bulan Desember ini dengan penuh kedamaian. (CR3/YS)




