Oleh: Yansen Segeit (*)

Teminabuan, 13 Agustus 2025 Kala matahari menggantung damai di langit Teminabuan, angin menyapu lembut pepohonan yang rimbun, dan cahaya siang menari di atas permukaan air. Sungai Kohoin, yang dahulu mengalir tenang dan jernih bak kristal di pangkuan tanah Papua Barat Daya, kini menangis dalam diam.

Air terjunnya masih mengalir indah, namun di bawah permukaan itu, mengendap luka yang tak terlihat mata sampah plastik berserakan, botol kosong tak bernyawa, limbah rumah tangga yang hanyut tanpa arah. Siapa yang bertanggung jawab atas ini semua?

Masyarakat sekitar, terutama para nelayan yang hidupnya bergantung pada aliran sungai, kini hanya bisa mengeluh lirih. Jaring mereka yang dulu dipenuhi ikan, kini justru menjaring tumpukan plastik. Sungai Kohoin bukan lagi sahabat yang memberi, tapi menjadi cermin dari kelalaian manusia yang abai akan alam.

Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah telah lama mengatur:. Sampah harus dikelola secara terpadu dan berwawasan lingkungan demi keberlanjutan ekosistem dan kesehatan manusia.

Dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan hak setiap warga negara untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Namun, aturan itu tinggal pasal jika tak dihidupkan dalam kesadaran dan tindakan. Kami, sebagai bagian dari masyarakat Teminabuan, mengusulkan gerakan nyata: bakti sosial terpadu menyusuri bantaran Sungai Kohoin, membersihkan luka-luka kecil yang selama ini kita abaikan. Aksi dari hati, bukan hanya demi estetika, tapi demi kehidupan itu sendiri. Karena sungai adalah nadi, dan sampah adalah penyakit yang perlahan mematikan denyutnya.

Mari kita jaga Kohoin, bukan hanya dengan tangan, tapi dengan kesadaran. Bukan sekadar karena undang-undang, tapi karena cinta pada tanah dan air yang telah memberi hidup. Sungai adalah cermin kita. Dan saat ini, cermin itu retak oleh kesalahan kita sendiri. Salam

(*) Penulis adalah anggota Komunitas Peduli Tata Ruang, tinggal di Sorong Selatan