Sorong, Petarung.org- Bupati Kabupaten Maybrat Periode 2025–2030 Karel Murafer, SH, MA dalam sambutannya saat melayat ke rumah duka, mendiang Andi Asmuruf, SH, MH, Murafer mengatakan, kepergian tokoh perjuang pemekaran Provinsi Papua Barat Daya (PBD) untuk selamanya telah menyisakan duka yang begitu mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, kerabat dan juga Tim Deklarator, namun dukacita yang mendalam bagi seluruh masyarakat provinsi ini.
Betapa tidak, Andi Asmuruf yang tak lain adalah Ketua Tim Deklarator dan juga Ketua Panitia Pemekaran yang telah mengorbankan Jabatan, pekerjaan, pikiran, waktu, tenaga serta materinya demi memperjuangkan hingga mekarnya Provinsi Provinsi Papua Barat Daya yang saat ini telah dinikmati oleh seluruh pejabat di wilayah ini.
“Kita sangat kehilangan putra terbaik masyarakat Papua Maybrat karena Alm. Dr (c). Andi Asmuruf, SH, MH merupakan sosok langkah yang dimiliki wilayah Sorong Raya saat ini,” ujarnya saat memberi sambutan saat ibadah penguatan di rumah duka di Km 12 masuk, Senin, (21/4/2025).
Ia menambahkan, mendiang adalah putra terbaik Sorong Raya, Provinsi Papua Barat Daya, beliau secara gigih memperjuangkan hadirnya Provinsi Papua Barat Daya dengan iman disaat orang lain tidak punya iman soal provinsi ini. Tanpa pantang menyerah ia mendampingi Alm. Decky Asmuruf dan Yosafat Kambu dkk yang lain untuk berjuang di masa itu.
Kepergian Ketua Tim Deklarator Andi Asmuruf menghadap sang pencipta pada 18 April 2025 sekitar pukul 06.00 WIT di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura, tentu menyisakan duka yang sangat mendalam karena kita masih membutuhkan beliau. namun itulah keputusan Tuhan untuk setiap manusia yang mengembara di dunia ini sebagai tempat persinggahan.
“Kita wajib menghormati, sopan, dan hargai beliau sebagai sosok orang maybrat yang pantang menyerah dan selalu memikirkan kepentingan orang banyak, kehadiran saya pribadi malam mini sebagai bentuk penghargaan dan dedikasi atas jasa beliau, kiranya amal dan peruatan baiknya menghantar beliau disisi Yang Maha Kuasa” ujarnya.
Ia menghimbau, kepada seluruh, masyarakat Maybrat yang ada di Kota Sorong, untuk banyak merenung dan kembali intropeksi diri, mengingat angka kematian orang Maybrat semakin hari, makin tinggi.
‘Jujur sebagai kepala daerah saya sangat kewalahan karena kondisi keuangan di daerah tidak seperti sebelumnya yang kita bisa alokasikan untuk bantu keluarga duka, saat ini kami dalam posisi efisiensi anggaran dan kita kewalahan karena banyak orang Maybrat yang meninggal sehingga untuk bantuan duka kami pemerintah agak sedikit repot dan bantu alakadarnya saja,’ ujarnya.
Ia menambahkan, setiap hari orang Maybrat yang meninggal bisa 5-6 orang dan untuk hari ini saya sudah melayat ke 4 keluarga duka termasuk hari ini di Alm. Andi Asmuruf, jadi untuk untuk pemerintah kabupaten kota yang ada di Papua Barat Daya dan gubernur, mari kita sama-sama urus almarhum kita makamkan dengan damai.
“Kita lihat keluarga kita yang pulang ke Maybrat, kita urus dengan baik supaya tidak ada beban yang ditinggalkan untuk keluarga almarhum di belakang,” ujarnya Bupati Maybrat 2 periode ini. (CR1)




