Maybrat, Petarung.org- Setelah Dana Desa EMARK tahap pertama disalurkan pada 24 Juli 2025, semangat kerja mulai nyata kampung kampung, tidak terkecuali kampung framafir, Program ketahanan pangan yang digulirkan pemerintah, dan dibagi ke dalam empat kelompok utama yakni pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Namun dari semua itu, kelompok perkebunan Kampung Framafir, Distrik Aitinyo Utara, Kabupaten Maybrat. Yang cepat bergerak. Pada pagi 25 Juli 2025, mereka telah menapaki ladang, menanam harapan di tanah leluhur.

Kelompok perkebunan ini dipimpin oleh Rosita Ijie, seorang perempuan yang tak hanya memimpin, tapi juga merawat mimpi-mimpi kecil warga kampung halamannya.

“Bibit tanamannya kami beli langsung dari masyarakat Framafir sendiri,” tutur Rosita.. Kebetulan ada keluarga yang menyediakan bibit dalam bentuk kokeran. Ada bibit matoa, pinang, mangga, armon, rambutan, dan lainnya.

Untuk pupuk, kami beli di toko terdekat. Sekitar seratus pohon telah mereka tanam, bukan hanya batang dan daun yang tumbuh, tapi juga harapan akan masa depan yang lebih hijau dan mandiri.

Dengan tangan-tangan yang sabar dan hati yang penuh keyakinan, mereka merawat bibit itu. Membersihkan semak dan rumput liar, memberi pupuk, dan menjaga setiap helai daun seolah menjaga anak sendiri. Bagi Rosita dan kelompoknya, pohon-pohon itu bukan sekadar tanaman, tapi warisan hidup untuk generasi yang akan datang.

“Kami berharap, hasil kerja kami ini dapat membuahkan hasil yang memuaskan dan bisa dinikmati anak cucu kelak,” ujarnya.

Sebagai ketua, Rosita juga menyampaikan terima kasih mewakili seluruh anggota kelompok.”Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah kampung hingga pemerintah pusat atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan melalui program ketahanan pangan ini.”

setiap pohon yang ditanam adalah catatan kecil dalam sejarah kampung, tentang kerja sama, kemandirian, dan cinta pada tanah yang melahirkan dan memberikan kehidupan. (CR2)