Sorong, Petarung.org- Himpunan Mahasiswa Provinsi Papua Tengah, Himpunan Mahasiswa Provinsi Papua Pegunungan, di kota studi Sorong Papua Barat Daya, bersama kelompok Cipayung plus melakukan penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Aksi penggalangan dana itu berlangsung di dua titik sentral, lampu merah di kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD) sejak Sabtu, 3 Mei – 17 Mei 2025 akhirnya selesai, sesui kesepakatan pengurus.
Daud Hiluka, kordinator aksi mengatakan banjir di ibu kota Provinsi Papua Pegunungan yang terjadi pada April 2025 lalu, yang meninggalkan berbagai mahasal pasca banjir.
“banjir kali ini adalah bencana banjir dan tanah longsor terbesar yang terjadi di Wamena,” ujar Hiluka kepada Petarung.org saat saat penutupan posko induk di lingkungan asrama agustinus belum lama ini.
Ia menambhakna, bantuan dari masarakat papua barat daya yang diberikan disetiap lampu merah kami akan teruskan ke korban banjir di wamena, bantuan kami berupa uang tunai, tetapi ada juga pakaian layak pake dan alat tulis akan disalurkan kepada warga masyarakat di Wamena.

“Terima kasih warga masyarakat di Papua Barat Daya. Total dana yang terkumpul selama 2 minggu, baik lewat posko induk dan galang dana senilai Rp 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah), ada juga pakaian layak pakai dan buku-buku dan alat tulis,” ungkapnya.
Mewakili Cipayung plus, Domingus Baru, utusan PMKRI Sorong mengatakan berdasarkan kesepakatan bersama bantuan kemanusiaan dari warga masyarakat di provinsi Papua Barat Daya ini akan disalurkan secara langsung kepada korban banjir Wamena.
“Bantuan ini akan diantar secara langsung dan dikawal oleh beberapa perwakilan mahasiswa yang akan berangkat dalam waktu dekat ini dengan mengunakan kapal laut tujuan jayapura dan selanjutnya terbang menuju Wamena,” ujarnya. (CR1)




