Catatan Redaksi Petarung

Sorong, Petarung.org- Pertandingan sepak bola di Sorong Raya selalu ramai dikunjungi supporter, animo masyarakat Sorong untuk sepaka bola sangat tinggi kita bisa lihat dari pertandingan reguler mereka seperti Sawiat cup, Safcom cup dan Super Safcom selalu menghadirkan animo masyarakat untuk membanjiri lapangan dengan antusias tinggi, kebanyakan dari mereka (supporter) lupa dengan sampah dadakan yang biasa mereka hasilkan di area tribun.

Lapangan Hocky kompleks Kampung Baru, Kota Sorong, area ini sudah berubah pesat menjadi Stadion Bawela, stadion megah yang menjadi salah satu ikon pembangunan di Kota Sorong untuk fasilitas olah raga di Sorong Raya yang menampung lebih dari ribuan penonton.

Stadion Bawela kerap kali bukan hanya menjadi lautan manusia, tak jarang stadion juga menjadi lautan sampah dadakan usai pertandingan dan perhelatan akbar yang digelar di Bawela.

Hal ini seringkali terjadi setiap pertandingan selesai dilakukan. Sampah yang menumpuk di sepanjang tribun dalam stadion dan memberikan pemandangan buruk. 

Kemeriahan suporter dalam mendukung tim sepak bola idaman, seringkali membuat mereka terlena dan lupa akan potensi sampah yang bisa mereka hasilkan.

Karena terlalu terbawa suasana, mereka bahkan tidak sadar membuang sampah di area tribun, sebuah kebiasaan yang seharusnya tidak dilakukan. 

Potret realita ini, bisa di lihat pasca pertandingan persahabatan antar tim kebangan masyarakat Papua Persipura Jayapura melawan Sorong Raya Minggu, 8 Ferbuari 2026 di Stadon Bawela, Kota Sorong dalam sebuah laga persahabatan.  

Ribuan manusia memenuhi stadion dan terlihat juga ribuan tumpukan sampah berserakan dimana-mana usai laga, dominasi sampah yang ditemukan ialah bungkus makanan dan botol plastik, puntung rokok, air mineral, botol miras, luda pinang, terlihat berserakan.

ini contoh nyata bahwa kebiasaan masyarakat Sorong belum sadar akan kebersihan dan juga Masyarakat belum mengelola sampah dengan baik dan kesadaran masyarakat yang kurang berpikir ke arah kesehatan lingkungan, kian memperparah kondisi ini.

Bahkan nyaris dalam tribun tidak ada satu pun karton, ember, atau karung sampah di area tribun yang disediakan oleh panitia pertandingan untuk tempat pembuangan sementara, sampah dadakan yang dihasilkan oleh penonton.

Panitia pun terkesan hanya memprioritaskan  jalannya pertandingan tanpa memperhatikan faktor pendukung soal kebersihan di area tribun.

Semoga ke depan hiburan di dunia olah raga dan konser atau pun perhelatan apa pun yang digelar di Stadion Bawela ini, harap panitia dan juga pecinta sepak bola untuk mengutamakan kebersihan di area tribun sebagai bentuk dari kesadaran dan tanggungjawab dalam menjaga kebersihan. (CR1)