Oleh: Mengalir*
Kotaku puncak, Dibalik gunung alamnya yang luas dan liar keindahan yang begitu mempesona ibaratkan kota Antartika, begitu dingin. dan sumber daya alamnya begitu melimpa Sungguh pemandangan alam yang indah, di daerahku perbukitan yang terdapat bukit-bukit yang besar dan indah.
Di kaki bukit terdapat sebuah sungai yang bersih serta airnya yang jernih dan segar ada pun danau. Demikai pula udara di daerah perbukitan yang dingin, namun udara yang masih bersih dan segar membuat tempatnya indah karena belum banyak bercampur dengan polusi, embun dan kabut di pagi hari menutupi hijaunya daun-daun yang masih segar.
Perjalan ini sangat menyenangkan yang kami lalui nabire, puncak menggunakan alat transpotasi pesawat. Sebelum keberangkatan kita kami pu mempersiapkan atirbut yang kami perlukan yaitu sepatu, jeket serta bama yang secukupnya. Kami ada enam orang yang berangkat tetapi kami tidak langsung menuju ke kabupaten puncak atau disebut dengan ilaga kota, karana tiket langsung ke kabupaten puncak telah habis sehingga kita membelih tiket nabire,sinak.
Sehingga Kami pun berangkat dari nabire ke sinak. Jam 11:30 dan tibah di sinak 13:40 pada tanggal 10/08/2024. Disana pun kami disambut oleh iklim atau cuacanya yang paling dingin dan alamnya yang indah dipandang .
Dimana kami disambut juga dengan baik oleh keluarga kawan kami (wenis murib) sehingga kami rasa Bahagia karena kami di sambut dengan baik dan perjalanan dari bandara menuju ke kediaaman sekitar 3km setibah di kediaman kunume atau onai laki-laki keluarga meyuruh kami beristirhat dan mereka menyediakan berkat makanan sekitar setenga jam untuk menyambut kami secara budaya.
dan mereka membangunkan kami lalu kami makan bersama serta bercerita Bersama dan kami di tanya dari kk laki-laki tujuan kali bagaimana katanya.lalu kami menjawab , rencana kami ingin ketemu dengan pj nenu tabuni untuk bicara soal pembangunan asrama permanen di kabupaten nabire atau provinsi papua tengah
Kemudian kk laki-laki itu pun menjawab bahwa saya senang mendengar apa yang kalian rencanakan dan tujuan kalia sehingga tuhan akan menyertai dalam perjalana kalian katanya dan kami mengabiskan waktu kami bercerita sampai malam sekitar jam 10 malam dan kami beristirahat.
Mulailah pagi di hari minggu tanggal 11/08/2024 dan kami pun bergerak untuk persiapan mandi namun air itu pun dingin sehingga kami hanya cuci muka dan berganti pakaian ibadah untuk pergi beribadah dalam perjalanan ke gereja sekitar 1km dan kami di sambut dengan baik oleh jemaat setempat dan haba tuan setelah beribadah kami di ajak oleh salah satu guru SMP,SMA sinak untuk diskusi soal pekembangan Pendidikan di dapil 1.2.3 dan 4 .
Saat itu juga kami ke rumah guru tersebut dan keluarga dari beliau menyediakan berkat untuk kami makan. sesudah kami makan mulai bercerita banyak Soal Pendidikan di setiap dapil lalau beliau mengatakan bahawa harapan kami adalah sekolah yang berpola asarama harus di bangun di kota ilaga agar anak-anak bisa belajar dengan baik di sana karana setiap dapil semua sekolah sudah di tutup dan anak-anak sudah tidak menemukan ilmu dengan baik dan guru sangat minim sekali karna kondisi dan factor konflik di puncak setelah bercerita kemudian kami pun pulang ke onai dan beristihrat.
Pagi hari senin pada tanggal 12/08/2024 pagi jam 7:00 kami pun ijin kepada keluarga untuk kami akan menempu jalan ke ilaga kota dan keluarga pun memberikan bekal bama untuk persiapan makan di jalan sehingga kami mulai jalan sampai tiba di kampung paluga jam 9:00 malam dan kita pun beristirahat di kediaman kawan kami yang bernama elis murib dan keluarga setempat menyambut kami dan mulai persiapkan makan malam setelah kami makan kita pun beristirahat .
Pagi jam 8:00 hari selasa tanggal 13/08/2024 kami mulai bergegas ke kota ilaga dan kami pun sampai jam 12: 30 dan kami beristirahat di kediaman kk yusi kogoya besoknya tujuan kami untuk menemui pj nenu tabuni pun berhasil dan memberikan proposal asrama permanen diterima dengan baik dan di respon dengan baik lalu kami juga sampaikan bahwa soal isi hati atau harapan dari pak guru di sinak terhadap pembanguna sekolah berpola asrama namun tidak sempat kami sampaikan karna alasannya bapak lagi sibuk mendadak.
Akhir dari cerita ini banyak hal yang kami dapat dari perjalanan kami namun ada satu pesan isi hati seorang guru yang belum sempat kami sampaikan kepada pemerintah adalah sekolah berpola asrama karena Pendidikan adalah salah satu menuju perubahan yang dimana setiap orang ingin menerima ajaran dan pembelajaran itu dengan baik agar kelak menjadi pemimpin di daerahnya sendiri. Itu harapan orang tua. Salam
(*) Penulis adalah pengorganisir rakyat dan mengalir adalah nama pena dari penulis,




