Sorong, Petarung.org- Pasar Pedagang Mama-Mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) atau organisasi pedagang Mama-Mama Papua Kota Sorong, telah melakukan rapat bersama dengan para kordinator-kordinator pengurus pedagang mama-mama Papua menyepakati waktu pertemuan dengan Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu.
Mama-mama pedagang Papua bersepakat menemui gubernur pada hari Kamis 10 Juli 2025, pukul 09.00, di Kantor Gubernur PBD. Pertemuan bersama para pedagang Papua ini dilakukan pada Sabtu 05 Juli 2025 di halaman Kantor Walikota Sorong.
“Mama-mama pedagang Papua yang tergabung dalam P2MKS ini hendak bertemu Gubernur PBD untuk menyerahkan data pedagang Papua dan juga mengkroscek progres realisasi janji Gubernur atas aspirasinya yang telah disampaikan sebelumnya,” ujar Yohanis Mambrasar, kordinator tim hukum P2MKS, saat ditemui di halaman kantor gubernur PBD, saat memberikan surat masuk ke bagian umum. Senin, (7/7/2025).
Ia menambahkan, penyerahan data pedagang dan kordinasi dengan Gubernur ini merupakan rangkain lanjutan pertemuan antara Gubernur dengan mama-mama pedagang Papua yang telah disepakati bersama pada pertemuan sebelumnya (25 April 2025), yang mana pada pertemuan tersebut Gubernur Elisa Kambu menyatakan menerima aspirasi pedagang.
Berupa (Dukungan Modal Usaha, Fasilitas, dan Pasar Khusus Mama-Mama Papua) dan memandatkan (secara lisan) P2MPKS untuk melakukan pendataan seluruh pedagang Papua (mama-mama Papua) di Pasar-Pasar Utama, Pasar Kompleks, maupun para penjual pinang diemperan jalan atau pelaku usaha rumahan, di Kota Sorong maupun kabupaten-kabupaten lainnya diseluruh provinsi Papua Barat Daya, lalu kembali memberikan datanya kepada Gubernur.
“P2MPKS pun telah melakukan pendataan pedagang sesuai arahan Gubernur. P2MKS telah melakukan pendataan para pedagang Papua di pasar-pasar utama, pasar kompleks, pedagang eceran, dan pelaku usaha rumahan, di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, Maybrat, Raja Empat, dan Sorong Selatan. Dari proses pendataan ini telah terkumput lebih dari 4000 data pedagang Papua. Sekitar 95 % dari data ini merupakan perempuan Papua (mama-mama pedagang Papua),” ujar Mambrasar.

Ia menjelaska, selain pedataan pedagang Papua, P2MPKS juga telah mengorganisir seluruh pedagang Papua pada Kabupaten Kota ini dalam kelompok-kelompok pedagang perpasar, kompleks dan Kampung, serta membentuk pengurusnya yang terdiri dari seorang Kordinator dan sekertaris. P2MPKS telah melalukan konsilidasi pedagang Papua untuk kloter pertama pada area Kota Sorong dan Kabupaten Sorong khususnya area Aimas, Mariat Pante hingga Mariat Gunung, dengan melalukan pertemuan pada 56 Titik kompleks dan membentuk lebih dari 60 pengurus pedagang perkomples dimaksud.
“Pengorganisiran pedagang Papua dalam kelompok-kelompok pedagang dan pembentukan pengurus ini bertujuan menyatukan seluruh pedagang Papua, membetuk wadah dan sistem kordinasi antar sesama pedagang, mauapun antar pedagang dengan pemerintah. Serta juga menjadi wadah perjuangan pemenuhan hak-hak mama-mama pedagang Papua yang berlaku secara permanen (tiap tahunnya). Juga menjadi mitra utama pemerintah dalam pembangunan disektor ekonimi OAP,” tandasnya.
Seusai pertemuan bersama pada sabtu 05 Juli kemarin, mama-mama pedagang Papua telah melakukan persiapan, mereka telah menginformasikan agenda pertemuan tersebut kepada rekan2 lainnya, juga menyiapkan poster dan baliho untuk dibawakan saat pertemuan nanti. Tim pendamping P2MPKS juga telah memasukan surat pemberitahuan pertemuan dengan gubernur kepada bagian umum dan protokoler kantor provinsi PBD.
Mama-mama pedagang Papua sangat antusias pada pertemuan ini. Mereka akan datang dalam jumlah bayak, akan ada lebih dari 500 orang mama-mama pedagang Papua menghadiri pertemuan dengan Gubernur nanti. (YM/CR1)


