“AKU TUHAN, ALFA DAN OMEGA”

Berbicara kepada hamba-Ku Rasul Ruben Rumbiak.

Sampaikan kepada:

  1. Abraham Kambuaya
  2. Simon Isir
  3. Piter Howay
  4. Markus Solosa dan
  5. Habel Tamunete

Bahwa pemuda-pemudinya A3,

daerah Ayamaru, daerah Aitinyo, daerah Aifat,

nanti setelah 10 tahun, 15 tahun, 25 tahun, dan 30 tahun akan menjadi manusia pembangun di New Guinea.

Peliharalah

  • Kesatuan
  • Kerendahan Hati
  • Kasih dan
  • Kehormatan Kepada Semua Orang, 

Kasih karunia tetap menjadi turun-temurun. 

Damai sejahtera Kristus tetap memberkati kamu, amin rohkupun berkata amin, sabda-Mu benar

Kayahai (Kambuaya), 21 Oktober 1951

Kilas balik Theofani tanah Maybrat

Kilas balik tanah Maybrat negeri ra bobot. Maybrat adalah nama suku di wilayah kepala burung di wilayah sorong raya, hari ini Provinsi Papua Barat Daya.

Maybrat beribu kota administrasi sementara di Ayamaru sebelum dipindahkan ke Kmurkek saat ini

Maybrat adalah salah satu suku di tanah Papua ibu kota Kabupaten Maybrat

Maybrat dikenal dengan 3 sub suku besarnya

sub suku Ayamaru, sub suku Aitinyo sub suku Aifat dan saat ini Mare menjadi tambahan sub suku di wilayah ini

Dimana orang-orang otang tua dulu punya semangat yang dilandasi oleh semangat gotong royong yaitu semangat Anu Beta Tubat mampu pimpin suku Maybrat untuk berjuang melawan kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan, tantangan isolasi daerah, infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan seterusnya. Mengenal apa yang menjadi kendala utama dalam perjuangan orang-orang tua dulu dalam membangun masa depan mereka dan untuk membangun masa depan itu mereka siapkan;

Bidang Pendidikan, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bidang Agama,

Bidang Sosial Budaya, Bidang Pendidikan Adat, Bidang Pertanian dan Bidang infrastruktur

Makna Thelogi

Theofani adalah istilah dalam ilmu theologi, yang berasal dari Bahasa Yunani Theovania yang kemudian dibagi menjadi dua kata Theos (TUHAN) atau (ALLAH) dan Phanero (Menampakan diri).

Jadi Theofani secara etimologi adalah penampakan TUHAN atau penampakan ALLAH, yang kemudia di rumuskan oleh mendiang hamba Tuhan Petrus Kambuaya dan beberapa hamba Tuhan di wilayah Maybrat, untuk mencatat sejarah injil ini bagi anak cucu generasi Maybrat.

Dalam sejarah Alkitab mencacat, ALLAH/TUHAN menampakan diri dan berbicara secara langsung, artinya dengan penampakan ini, dapat memberi keyakinan kepada Umat-Nya bahwa, ALLAH/TUHAN itu ada, ALLAH/TUHAN hadir dan menyertai umat-Nya.    

Peristiwa Theofani bagi hamba TUHAN dan penginjil orang Maybrat Ruben Rumbiak adalah peristiwa iman yang sama seperti peristiwa penampakan ALLAH (Theofani) kepada Abraham dalam Kejadian, 18:1-3

“Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon Tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.” (Kejadian 18:1-3)

Atau peristiwa ketika pergumulan Yakub dengan Ellohim, dalam Kejadian 32:28-30

“Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” (Kejadian 32:28-30)

ALLAH/TUHAN berbicara dan menampakan diri, hanya kepada orang-orang tertentu, sehingga Sebagai generasi Maybrat yang sudah menerima Yesus Kritus sebagai Kristus dan Tuhan dalam diri, kita meyakini bahwa peristiwa Teofani adalah sebuah peristiwa kehadiran TUHAN atau kehadiran  ALLAH di bumi A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat)

penampakan Tuhan kepada rasul Maybrat Ruben Rumbiak di Maybrat masa itu, harus kita Imani sebagai sebuah peristiwa penampakan diri TUHAN atau penampakan diri ALLAH kepada hambanya (Ruben Rumbiak)

21 Oktober 1951 di Kambuaya, dengan maklumat yang diberikan bagi generasi A3. (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat) yang hari ini di antero Maybrat kenal dengan peristiwa Theofani. (CR1)