Sorong, Petarung.org-  Sehubungan dengan telah berlangsungnya tahun ajaran baru 2025/2026 dan rencana pembongkaran kelas dan pembangunan gedung sekolah. Kepala sekolah di SMP Negeri 6 Kota Sorong, Yokbeth Malibela, S.Pd.K gelar pertemuan perdana dengan orangtua wali siswa, khususnya siswa  Kelas VII (Kelas 1).

Untuk mendiskusikan beberapa hal berkaitan dengan rencana pembongkaran, pembangunan, pengalihan jam belajar, dari sekolah pagi ke sekolah siang bagi siswa Kelas (VIII), penjelasan mengenai pendidikan gratis dan hal-hal yang digratiskan oleh pemerintah. Dan diskusi soal  informasi tentang kurikulum, informasi soal total mata pelajaran, jadwal masuk dan jadwal pulang sekolah. Serta mendiskusikan teknis rencana pengadaan buku untuk Kelas VII yang bekerja sama dengan penerbit Erlangga Cabang Papua.

“ini pertemuan perdana saya, sebagai kepala sekolah yang bertatap muka langsung dengan wali siswa terutama kelas VII, bersama wakasek, wakasek kurikulum, wakasek, kesiswaan, komite dan pihak penerbit, kita hari ini informasikan soal rencana pembongkaran dan pembangunan gedung sekolah dan beberapa agenda diskusi penting lainnya yang akan berkembang dalam pertemuan ini, untuk diketahui oleh orang tuas siswa dan kita diskusi dan ambil keputusan bersama-sama”  ujar Malibela, saat membuka pertemuan orang tua wali siswa di Aula SMP Negeri 6 Kota Sorong, Selasa, (26/8/2025).

Ia menambahkan, sebagai pimpinan sekolah kami sudah diskusikan di internal sekolah. Saat ini kami perlu gelar pertemuan agar memberikan informasi dan kesempatan dari pihak sekolah memberikan kesempatan dengan wali murid untuk berdiskusi bersama-sama untuk mengambil sebuah keputusn juga secara bersama-sama.

Dalam kesempatan ini, kepala sekolah minta, kepada seluruh orangtua siswa untuk ikut bekerja sama membantu pihak sekolah dalam hal ikut memperhatikan anak-anak dari rumah.

“Tolong orangtua juga ikut memperhatikan waktu belajar, waktu masuk sekolah, kerapian, keamanan, dan ketergantungan anak-anak yang suka habiskan waktu bermain gem dan lupa belajar agar ke depan harus kita memperhatikan bersama-sama mengingat kurikulum kita juga sudah berubah,” ujarnya.

Ia berharap, semoga perwakilan orang tua siswa-siswi tidak merasa keberatan dan menyetujui apa yang telah diprogramkan atau direncanakan oleh sekolah demi kebaikan peserta didik untuk sukses dipendidikan menegah sebelum menuju pendidikan tingkat atas mengingat, pemerintah kita yang baru selalu lain orang lain aturan, lain kepala dinas lain kebijakan sehingga ini penting untuk kita infomasikan ke orangtua siswa agar kita sama-sama memperhatikan

“Soal adanya aturan pendidikan gratis di Kota Sorong, sebagai pihak sekolah kita juga harus sampaikan dengan jujur ke pihak orangtua agar sama-sama melihat hal-hal apa saja yang pemerintah gratiskan dan hal-hal apa saja yang menjadi tanggungjawab orang tua siswa,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, kepala sekolah memberikan kesempatan kepada Ruben Silalahi mewakili pihak Penerbit Erlangga untuk menyampaikan beberapa hal terkait pengadaan buku cetak terutama buku untuk kelas VII yang harus memiliki 7 buku sesuai mata pelajaran selama duduk di kelas VII.

Kami hanya membantu pihak sekolah dan pihak orangtua dalam hal menyiapkan bahan ajar dan dalam 7 mata pelajaran utama Pancasila, IPS, IPA, Bahasa Indonesia, Matematika, Informatika dan Bahasa Ingris dan 7 buku ini totalnya Rp 687.000,- dn buku ini bisa dibayar secara kes dan bisa dicicil sebanyak dua kali cicilan

“Kami harus buat MoU dengan pihak sekolah bersama pihak orangtua  agar kita bisa distribusikan bahan ajar ini kepada pihak sekolah, dan di kami 7 buku ini kami pasang harga sesuai harga nasional 7 buku ini Rp 687.000,-,” ujar Silalahi. (CR1)