Sorong, Petarung.org- Kabar duka datang dari dunia Pendidikan di kabupaten Maybrat, ibu guru Yosepina Ijie, S.Pd guru sekaligus Kepala Sekolah di SD. Negeri 16 Suwiam, Distrik Ayamaru Utara Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 7 September 2026, Pukul 11:30 malam di RS. Maleo Kampung Baru, Kota Sorong. Setelah berjuang keras melawan sakit yang dideritanya beberapa bulan terakhir, namun mendiang Yosepina ijie tetap berusaha menjalankan tugas sebagai abdi negara sebagai kepala sekolah, sebelum akhirnya kesehatannya menurun drastis dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis hingga almarhumah menghembuskan nafas terakhir.

Peristiwa kehidupan ini, menjadi duka cita yang dalam bagi seluruh staf dewan guru di SD Negeri 16 Suwiam, kolega sesama rekan-rekan guru di bumi A3, terlebih duka cita yang dalam bagi anak-anak didiknya yang almarhumah tinggalkan dibelahan danau terutama kampung Mapura Raya, Suwiam, Kona, Dan Armeyu (Nauw Tee) dan beberapa kampung sekitar yang bersekolah di sekolah ini.

Dalam pantauan media ini, mendiang Almarhumah ibu Yosepina Ijie, disemayamkan sementara di rumah duka di kediaman Keluarga Amos Yanto ijie, kompleks Malibela, Km 12, Kota Sorong dan selanjutnya akan di bawa untuk dimakamkan ke kampung halamannya di kampung Suwiam Maybrat.

Mari kita sama-sama doakan agar almarhumah pulang di dalam damai, di keabadian menuju sang penciptaNya. Mereka guru sederhana yang baik yang setia mengabdi di kondisi sekolah yang minim fasilitas dan guru. kita sama-sama doakan agar keluarga besar Fategomi dan Suwiam yang ditinggalkan juga diberi ketabahan untuk menerima peristiwa kehidupan ini. Almarhumah Ibu Yosepina meningalkan suami dan tiga orang anak, dan meninggalkan jabatan aktif sebagai kepala sekolah di SD Negeri 16 Suwiam, Maybrat.

Sementara itu, salah satu staf pengajar dan rekan guru di SD Negeri 16 Suwiam, ikut menyapaikan duka citanya yang mendalam setelah mendengar kabar duka ini, terlihat dalam postingannya ia mengatakan “Mama pamit turun Kota Sorong, itu pamit yang tidak seperti biasanya. Ternyata mama mau kasih tinggal kita semuaa di sekolah sini, nanti tidak ada yang sayang kami lagi, tidak ada yang saya antar lagi kesana kemari, dalam urusan apapun, mama yang saya anggap sebagai orang tua di rantau, mama sudah anggap kita sebagai anak di rantau. Apa-apa pasti kita lari ke mama, tapi sekarang mama sudah pergi kasih tinggal kita,” ujar Marselina dikutip dari postingannya di akun media sosial Facebook pribadinya.

Sampai informasi ini diturunkan, belum ada konfirmasi pasti dari keluarga soal rencana pelepasan jenasah menuju kampung halamannya di Suwiam Maybrat untuk dimakamkan. (*)