Sorong, Petarung.org- Di balik kemeriahan pertandingan olahraga Turnamen Liga Masyarakat (Ligmas) Futsal Tantara Langit Cup 2026, terselip geliat para pedagang mereka sejak jauh hari telah mengincar ajang olahraga yang menjadi sumber pendapatan walau lewat jualan musiman. Mereka berjualan sejak pembukaan turnamen 15 Maret 2026 di GOR Pancasila, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Dalam pantauan kami, ada 10-12 pedagang makanan, dan aneka minuman.
Salah satunya Mama Ester Yumame, yang menjual minuman es kelapa muda dan roti, ia tidak kenal lelah mengejar jualan di halaman gedung olahraga, mulai dari pembukaan turnamen Futsal, hingga selesai. “Saya hanya sempat libur jualan 2 hari karena harus bayar harta anak saya, itu yang saya libur jadi dari 12 hari kegiatan ini, saya apsen jualan ada dua hari,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh bapak Riki Jitmau, salah satu pedagang musiman di lingkungan GOR Pancasila Kota Sorong, pria 38 tahun asal Kampung Aus, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat itu mengatakan kami jualan disini setiap ada turnamen.
“Penontonnya banyak kadang butuh makan, minum, rokok dan lain-lain untuk keperluan mereka sebelum masuk menyaksikan pertandingan,” ujar Riki saat ditemui Petarung.org di halaman GOR pancasila, Jumat (27/3/22).
Ia menambahkan, selain pemain, pertandingan ini banyak diminati perempuan dan anak-anak, mereka dalam turnamen ini banyak dan cukup royal belanja dan dalam sehari pendapatan saya bisa sampai Rp 400.000 perhari kalo sepi, di babak penyisihan awal saya bisa dapat Rp 300.000.
Namanya pedagang ya, kita jualan saja tergantung pembeli, kadang dagangan kita hampir sama seperti aneka minuman, rokok, jajanan biskuit gula-gula jadi kita harus sabar, apalagi panitia yang punya turnamen juga mereka punya keluarga juga ada yang berdagang tidak mungkin kami larang.
“Cuma pertandingan Futsal Ligmas Tentara Langit Cup 2026 kali ini, kami pedagang tidak dipungut biaya oleh panitia dan kami jualan secara gratis,” ujarnya.
Sementara itu, Flora Kareth pedagang musiman di lingkungan GOR Pancasila yang berjualan selama turnamen Ligmas Futsal tantara langit cup mengatakan, kita tinggal dekat jalan baru sini, di mana ada ajang olahraga yang ramai, di GOR pasti saya jualan. Ini juga dilakukan teman-teman pedagang yang lain karena kami tinggal dekat keluarahan Malabutor. “Keuntungan kami tidak besar, kita hanya dapat sekitar Rp 300.000-Rp 400.000 per hari, namun itu cukup untuk biaya hidup kami dan biaya pendidikan, dua anak saya yang duduk di kelas 3 SD” ujar ibu tiga anak yang berasal dari Kampung Jitmau ini.
Dalam pantauan media ini, selama pertandingan juga ada juga beberapa pedagang langsung dari Maybrat yang turun berjualan jagung rebus, bahkan ada pedagang keliling yang panitia ijinkan menjual manisan dan asinan langsung, jualan keliling di dalam Gedung olahraga. (CR2)





