Sorong, Petarung.org- Sebagai Masyarakat Kota Sorong dan pecinta olah raga yang selalu menggunakan jasa Gedung Olah Raga (GOR) Pancasila, Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam menggelar pertandingan bahkan sebaliknya hasir sebagai Masyarakat dan penonton setia, setiap acara turnamen yang diselenggarakan di area GOR.

Kami masyarakat Kota Sorong sangat terganggu dengan kondisi dalam GOR Pancasila yang sangat kumuh. Memang kondisi halaman depan dan pagar Gedung terlihat mewah dan baik, namun tidak untuk kondisi dalamnya, terutama kondisi tribun yang kayunya sudah banyak copot dan patah, belum lagi kondisi 2 dua ruangan depan panggung dan depan pintu utama sudah jadi tempat sampah dan tempat pembuagan hajatan mengingat kondisi GOR Cencerawasih Kota Sorong yang tidak punya Toilet umum.

Kondisi GOR sangat buruk terutama karena kamar mandi atau toilletnya tidak ada, setiap pemain bahkan setiap penonton yang datang harus terpaksa gunakan ruanga mangkrak di dalam gor untuk buang air kecil. Belum lagi kondisi sampah, semua di dalam ruangan ini tinggal berserakan. Untuk kondisi di dalam ruang GOR maupun di samping kiri kanan dan halaman belakang.

“Kadang pengungjung laki-laki dengan terpaksa buang air di bawa pohon-pohon di samping GOR Pancasila, sementara untuk Perempuan mereka sering keluar ke arah alfamart dan indomart di arah pasar sentral remu, tidak tau dengan pejabat yang biasa datang melihat hal ini atau tidak” ujar Ronal Nauw, ketua panitia Ligmas turnamen Futsal Tentara Langit saat ditemui Petarung Minggu, (12/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi GOR Pancasila sangat memprihatinkan, sehingga suda seharusnya DISPORA Kota Sorong dan Pemerintah Kota Sorong melihat kondisi ini, banyak anak muda di kota ini punya bakat di bidang olah raga, namun minim fasilitas public yang mendukung dan kondisi Gedung olah raga di Kota Sorong sangat penting untuk tempat pertandingan. hanya saja musti perbaikan dan perhatian di banyak sisi.

Pendapatan Daerah model apa yang ingin dinas bantu pemerintah untuk tingkatkan PAD,  saya pikir dengan membangun fasilitas yang baik dan gunakan untuk disewakan juga penting untuk peningkatan PAD yang bisa DISPORA manfaatkan.

“GOR tanpa kamar mandi atau toilet yang baik saja, animo masyarakat tetap tinggi untuk gelar turnamen,  walau harga sewa GOR perhari Rp 500.000 dan itu tanpa fasilitas kamar mandi namun tetap Masyarakat antusias untuk gelar kegiatan disana,” ujarnya.

Pemerintah perlu menata ini dengan baik agar ke depan selain menjadi pusat olah raga, GOR juga menjadi pusat pendapatan daerah kota sorong dan juga pusat kehidupan bagi mama-mama pedagang kaki lima di halaman GOR. (CR2)