Sorong, Petarung.org- Mama-Mama Pedagang Papua Kabupaten Sorong Anggota Pedagang Pasar Mama-mama Papua Kabupaten Sorong (P2MPKS) melakukan pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Sorong. Pertemuan ini dilaksanakan atas undangan pemerintah Kabupaten Sorong merespon surat permohonan audinesi yang diajukan sebelumnya oleh P2MPKS pada Januari 2026 lalu.

Mewakili pemerintah kabupaten Sorong, turut hadir Asisten 2 Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bupati bidang perekonomian, Kepala Dinas Koperindak Kabupaten Sorong, Kabit Perencanaan BAPEDA Kabupaten Sorong, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan & Kepala Satpol PP. Pada pihak P2MPKS hadir Ketua P2MPKS, Pendamping, dan sekitar lebih dari 100 orang mama-mama pedagang Papua perwakilan kelompok (Kampung) masing-masing.

Kepada perwakilan pemerintah, Pendamping Pedagang Mama-Mama Papua menjelaskan kondisi buruk mama-mama pedagang Papua saat ini, perjuangan pemenuhan hak-hak mama-mama yang telah dilakukan selama setahun pada pemerintah provinsi PBD, dan pewadahan mama-mama pedagan Papua dalam P2MPKS serta Pendamping juga menyoroti Dana Otsus yang tidak dirasanakan oleh mama-mama pedagang Papua.

Selanjutnya tuju orang kordinator kelompok pedagang mama-mama diberikan kesempatan untuk menjelaskan masalah-masalah mama-mama pedagang Papua dan apa kebutuhan kelompoknya.

Ketuju perwakilan mama-mama ini secara langsung menjelaskan masalah-masalah yang selama ini mereka hadapi dan masukannya.

Mama Kesya Asrima, menjelaskan masalah yang dihadapi oleh mama-mama di wilayan Salkma, Sayosa hingga Snook dan Maudus, ia mengatakan masalah utama mereka adalah tranportasi yang sangat mahal dan juga minimnya tempat jualan di Pasar, ia mengatakan mereka harus membayar 3 juta rupiah untuk kendaraan yang mereka gunakan, padahal mereka hanya membawa sedikit jualan, dan pendapatan hasil jualnya hanya dikisaran 200 -300 sekali jual. Ia mengatakan Pasar Mariat yang dibagun oleh pemerintah tidak strategis, minim pembeli dan sepi.

Mama-mama tidak bisa berjualan di Pasar yang sepi pembeli. Mama Mince Malibela, mewakiii mama-mama dari Distrik Klaili juga mengatakan hal yang sama tentang transportasi, ia meminta pemerintah untuk menyediakan transportasi dan modal usaha dalam bentuk koperasi simpan pinjam, ia juga mendorong pemerintah untuk membangun pasar bagi mama-mama Papua ditempat strategis.

Mama Matseba Yadanfi, mewakili mama-mama dari Distrik Klamono mengungkap situasinya bersama para pedagang Klamono di Pasar Remu, ia mengatakan “kami mama pedagang dari Klamono datang julalan di Pasar Remu, kami saling berebut tempat jualan dengan pedagang lainnya, hingga terkadang kami sering berkelahi berebut tempat antar kami sesama pedagang Papua, kami jualan sampai malam kami tidur di meja-meja jualan, kami harus bayar semua tempat julaan kepada pedagang Nusantara pemilik toko dan juga lampu yang kami gunakan” “wilayah kami Klamono menjadi tempat pengambilan minya oleh perusahaan Petro Cina/ Petro Gas, kami memberikan sumbangsi besar bagi APBD kabupaten, tapi tidak ada transportasi pedagang untuk antar kami mama-mama ke Pasar, kami harus bayar mobil jalur dengan harga mahal”. Mama Matseba pun meminta pemerintah membangun tempat jualan yang baik bagi mereka di Pasar Remu.

Mama Dolly Momot, dari Distrik Buk, Distik di Pedalaman Kabupaten Sorong yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sorong Selatan, ia mengatakan mereka kesulitan transportasi, mereka harus membayar mahal tranportasi seharga 3-4 Juta sekali perjalanan ke pasar dan kembali ke Kampung, dengan hanya berjualan pisang dan sayur pendapatannya kecil, biaya kendaraan yang mahal membuat mereka kesulitan membagi hasil jualnnya untuk membiayai sekolah anaknya. Mama Doli meminta pemerintah menyediakan trasnportasi pedagang dan juga modal usaha simpan pinjam yang dikelola Koperasi. Menanggapi berbagai persoalan mama-mama pasar dan juga masukan-masukan yang disampaikan.

Dalam pertemuan yang digelar. Rabu, 08/4/2026, di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Sorong, Kabit perencanaan BAPEDA Kabupaten Sorong, Ibu. Agata Tenau, mengatanan bahwa pemerintah Kabupaten Sorong akan berkordinasi dengan pemerintah Kota Sorong untuk penyediaan tempat jualan yang baik bagi mama2 di Pasar Remu, ia juga mengatakan akan mendorong pemerintah provinsi untuk menyediakan transport pedagang.

Kepala Dinas Koperindak Kabupaten Sorong, Marthen Pajala, mengatakan pemerintah Kabupaten Sorong selama ini telah mengunakan dana Otsus untuk menyediakan fasiltas usaha sepeti tenda atau kontener dan sudah dibagikan bagi pedagang Papua. Ia pun mengatakan untuk bantuan modal usaha bagi mama- mama pedagang dapat diusulkan, sesuai mekanisme maka data-data pedagang anggota P2MPKS bisa diajukan pada program Tahun berikutnya, Tahun 2027.

Menanggapi penjelasan Kepala Dinas Koperindak dan Kepala Bidang Perencanaan, pendamping P2MPKS mendorong Dinas Koperindak untuk lebih progres menanggapi aspirasi mama-mama dengan menyiapkan program yang lebih kongkrit, sehingga mama tidak menunggu hingga setahun lagi, pendamping meminta meminta Dinas Koperindak untuk dapat menyiapkan program bantuan modal usaha yang dapat dimasukan dalam sidang perubahan nanti.

Diakhir pertemuan, ketua P2MPKS mewakili semua mama-mama pedagang membacakan aspirasi dan menyerahkan dokumennya kepala dinas Koperindak

Aspirasi mama-mama pedagan Papua, yaitu :

Pemerintah memberikan modal usaha dalam bentuk bantuan modal usaha tunai dan bantuan modal usaha berbetuk modal simpan pinjam yang dikelola oleh koperasi; Pemerintah menyediakan tempat jualan yang layak di Pasar Remu; Pemerintah menyediakan fasilitas jualan berupa pondok jualan di kompleks-komples, meja dan tenda jualan untuk pedagang pinang dan minyak diemperan jalan; Pemerintah menyediakan tranaportasi pedagang sesuai rute pedagang pada distrik masing-masing. (CR2)