Sorong, Petarung.org- Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area PSN berdampak serius pada kesehatan warga serta aktivitas penerbangan di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Dinas Kesehatan Kota Sorong mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 23.482 kasus sepanjang periode Januari hingga September 2026. Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Sorong, Jenny Isir, menjelaskan bahwa peningkatan kasus secara signifikan terjadi dalam dua bulan terakhir, yakni 3.297 kasus pada Agustus dan 3.330 kasus pada September, setelah sebelumnya bertahan di kisaran 2.000 kasus per bulan.
“ISPA terus menempati urutan pertama dalam sepuluh besar penyakit di Kota Sorong, di mana lonjakan saat ini diduga kuat terpicu oleh polusi udara kabut asap,” ujar jeni.
Sementara itu, Senior Data Strategist Greenpeace Indonesia, Sapta Ananda, seperti dikutip dari jubi.com mengungkapkan bahwa, kabut asap yang menyelimuti Kota Sorong merupakan akumulasi asap yang terbawa angin dari kawasan Papua Selatan (seperti Merauke dan Mappi) serta Teluk Bintuni dan Fakfak di Papua Barat.
“Pemantauan Greenpeace mencatat terdapat 1.634 titik sumber asap di wilayah Papua sejak Agustus hingga 1 Oktober 2026, Sumber Asap dari Akumulasi Lahan Gambut dan Pembersihan Lahan di proyek strategis nasional pangan dan proyek strategis nasional Perkebunan sawit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi kemarau dan fenomena El Nino memperparah situasi ini, terutama pada area lahan gambut dan lahan basah yang mengalami pengeringan. Selain faktor alam, sebagian titik asap terdeteksi berada di kawasan konsesi perkebunan dan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang mengarah pada dugaan kuat praktik pembersihan lahan (land clearing) secara murah menggunakan api oleh pihak korporasi.
Kabut asap juga mengganggu lalu lintas udara di Bandara Sorong akibat menurunnya jarak pandang hingga sekitar 2.000 meter. Manager Operasi Tower 1 AirNav Indonesia Cabang Sorong, Hery Purnomo, menyampaikan bahwa kepekatan asap menyebabkan sejumlah maskapai gagal mendarat. Penerbangan Garuda Indonesia dan Batik Air rute Jakarta-Sorong terpaksa dialihkan (divert) ke Ambon. Sebelumnya, penerbangan lain juga terpaksa dialihkan ke Biak dan Ambon, serta penerbangan menuju Manokwari sempat tertahan akibat jarak pandang terbatas.
Dari pantauan media ini, Rabu, (7/10/2026) menyikapi krisis kabut asap yang masih berlangsung, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth, mengimbau seluruh masyarakat Kota Sorong untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan langkah-langkah pencegahan kesehatan berikut:
- Wajib Menggunakan Masker: Selalu kenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar rumah guna menyaring partikel asap.
- Konsumsi Air Putih yang Cukup: Minum air putih minimal 8 gelas sehari untuk menjaga hidrasi tubuh.
- Pola Hidup Sehat: Mengonsumsi makanan bergizi dan memastikan waktu istirahat yang cukup.
- Pengobatan Segera: Bagi warga atau anggota keluarga yang mengalami gejala batuk, pilek, hingga sesak napas, diminta untuk tidak menunda berobat ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
- Waspada Penundaan Penerbangan: Bagi warga yang memiliki rencana perjalanan udara melalui Bandara Sorong, diimbau terus memantau jadwal maskapai karena potensi keterlambatan atau pengalihan penerbangan masih tinggi akibat jarak pandang terbatas. (CR1)





