Di kebisuan pagi

Lembut kau memandang wajah bunga mawar

Di hatimu bersarang luka yang menganga

Betapa detiknya cintamu menghilang

Tinggal kepedihan bercumbu rayu

Kau biarkan cerahnya pagi berlalu

Berteman kuntum mawar yang t’lah layu

Kau biarkan sejuknya senja berlalu

Adakah seberkas sinar purnama

Menyinar membelai di ujung senja

Biar, biar dia berlalu

Mawar, mawarpun telah layu

Senyumlah, senyumlah kau kali ini

Sambutlah sinar purnama di hatiku

—-

Di ujung senja itu

Kau masih disana memandangi mawar

Di hatimu bersarang luka yang menganga

Betapa detiknya cintamu kan hilang

tinggal kepedihan bercumbu rayu

Kau biarkan ceranya pagi berlalu

Berteman kuntum mawar yang t’lah layu

Kau biarkan sejuknya senja berlalu

Adakah seberkas sinar purnama

Menyinar membelai di ujung senja

—-

Biar, biar dia berlalu

Mawar, mawar pun talah layu

Biar, biar dia berlalu

Mawar, mawarpun telah layu

senyumlah, senyumlah kau kali ini

sambutlah sinar purnama di hati

———

dikutip dari lirik lagu “Layu di Ujung Senja” karya Balck Brothers