Sorong, Petarung.org- Fron Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (FNMPP) di Kota Sorong gelar aksi penggalangan dana kemanusiaan, guna membantu tiga warga sipil yang menjadi korban peristiwa kekerasan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Aksi solidaritas ini digelar untuk membantu perawatan medis serta pemulihan kondisi psikologis para korban agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik. Pantauan media ini, dari informasi yang sudah disebarkan di media sosial Facebook dan Whatsaap, Minggu (27/9/2026).
Peristiwa penembakan terjadi pada 13 Agustus 2026 di sekitar Kampung Ainod, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat. Insiden tersebut mengakibatkan tiga warga sipil Silvester Asem, Selfiana Sory, dan Anike Fatie mengalami luka serius. Saat ini, ketiga korban tengah menjalani tahap pemulihan, setelah jalani perawatan medis di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, beberapa korban jalani operasi lebih dari 3 kali.
Penanganan medis bagi para korban sempat mengalami kelambatan akibat janji yang tidak terealisasi dari Pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun Pemerintah Kabupaten Maybrat, soal lunasi biaya rumah sakit dan bantuan biaya berobat kepada ketiga korban.
Kondisi hari ini sangat memprihatinkan bagi ketiga korban, bagik dari sisi pembatasan akses kemanusiaan, dominasi pendekatan keamanan, serta proses hukum yang berjalan sangat lamban dalam mengungkap kasus ini, kian memperparah kondisi korban dan keluarga mereka.
Sementara kebutuhan mendesak selama masa pemulihan harus mereka lalui. Melihat kondisi yang kian buruk dan penanganan hukum yang lambat, Mahasiswa Dan Pemuda Papua yang tergabung dalam FNMPP tergerak untuk mengambil langkah nyata melalui penggalangan dana selama tiga hari di Kota Sorong, mulai dari hari Senin, 28 September 2026-30 september 2026 di lampu merah elin Kota Sorong.
Mengingat selama delapan bulan ke depan tinggal di kota untuk Jalani proses hukum, para korban menghadapi kebutuhan hidup dan medis yang sangat berat, antara lain kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak, akses air bersih, serta kebutuhan makan dan minum harian dan kebutuhan medis biaya transportasi untuk kontrol kesehatan, biaya obat, hingga biaya operasi dan kontrol ulang medis juga sangat besar.
Untuk menjaga agar aksi kemanusiaan ini berjalan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, panitia menetapkan beberapa ketentuan. Pengumpulan Sukarela dan FNMPP mengajak partisipasi warga Kota Sorong secara sukarela tanpa adanya paksaan atau tekanan terhadap pihak mana pun.
FNMPP akan lakukan Penyaluran Langsung dan seluruh dana yang terkumpul diperuntukkan bagi kebutuhan korban dan disalurkan secara langsung kepada korban tanpa melalui lembaga perantara, disertai dengan dokumentasi penyerahan. Komunitas akan mempublikasikan laporan jumlah total sumbangan dan menyusun laporan tertulis mengenai rincian sumber dana setelah aksi selesai dilaksanakan.
Soal pemerintah kabupaten Maybrat sudah membantu ketiga korban dengan uang Rp 50 juta untuk lunasi beberapa utang, itu ruang antara pemerintah dengan korban, kami Mahasiswa dan Pemuda Papua Di Kota Sorong hanya fokus untuk meringankan penderitaan korban lewat bantuan dari aksi kemanusiaan dan bantuan suka rela dari Masyarakat Kota Sorong. (CR1)





