Sorong, Petarung.org- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, Sellvyana Sangkek melantik Pengurus Perkumpulan Keluarga Besar Fategomi (PKBF) Se – Tanah Papua.
Ketua Umum PKBF se-Tanah Papua Periode 2025-2028 yang terpilih secara demokrasi melalui Mubes PKBF Ke II yang dilakukan 29 Juli 2025 lalu, hari ini bersama sejumlah pengurus organisasi PKBF dilantik secara resmi dan selanjutnya pengurus pusat PKBF melakukan rapat kerja.
“Hari ini PKBF adakan Kegiatan Pelantikan dan dilanjutkan dengan Kegiatan Rapat Kerja Badan Pengurus Pusat PKBF Tanah Papua kegiatan yang berlangsung di Gedung LJ kota Sorong pada Jumat, (7/11/2025) berjalan lancar dan sukses, soal kordinasi struktur setelah ini, nanti kami akan diskusikan untuk perbaikan lebih baik ke depan. intinya organisasi ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah untuk membangun Papua Barat Daya” ujarnya.
Sementara itu, ketua umum PKBF se tanah Papua, Yosina Iek, S.Kep, Ns dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan, ia menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan berjalan sendiri, melainkan memerlukan dukungan seluruh anggota, dukungan seluruh intelektual, politisi, akademisi dan seluruh pemuda mahasiswa dan masyarakat Fategomi.
“Sebagai ketua terpilih, saya tidak bisa berjalan sendiri, kami pengurus membutuhkan dukungan dan partisipasi dari kita semua, untuk bersatu membangun Fategomi dan membangun Papua Barat Daya. Mari kita hilangkan perbedaan dan kita fokus pada kemajuan bersama,” ujarnya Yoshina.
Ia menambahkan, kepemimpinan PKBF sebelumnya selama 3 tahun dipimpin oleh kaum laki-laki dan kini saya sebagai perempuan, saya berdiri disini mengambil tanggung jawab sebagai ketua untuk bertanggugjawab dengan organisasi ini 3 tahun ke depan (2025-2028).
“Saya berharap dukungan dari semua pihak agar kita dapat membangun kampung halaman kami, membangun organisasi ini lebih maju,” tandasnya.
Ia menambahkan, seluruh anggota PKBF di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota harus bersatu dan berkomitmen untuk membangun organisasi yang kuat dan kita tidak boleh stagnan. Jika ingin tetap di depan, kita harus berubah dan berkomitmen. Karena oragnisasi ini harus menjadi panutan di tanah Papua, khususnya di Papua Barat dan Papua Barat Daya. (CR1)


