Teminabuan, Petarung.org- Persoalan sampah di Kabupaten Sorong Selatan semakin menjadi perhatian masyarakat. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dengan aktivitas ekonomi dan rumah tangga, muncul pertanyaan besar mengenai sejauh mana penanganan sampah rumah tangga dan sampah plastik telah dilakukan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai aktivis lingkungan mulai bergerak melalui kegiatan edukasi dan kampanye kepedulian lingkungan. Mereka mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan di Kabupaten Sorong Selatan untuk bersama-sama memandang persoalan sampah sebagai isu serius yang memerlukan perhatian dan tindakan nyata.
Sampah yang dibuang sembarangan masih banyak ditemukan di berbagai lokasi. Kondisi tersebut berasal dari aktivitas Masyarakat, baik di pemukiman warga, pasar sentral, maupun pelaku usaha, mulai dari kios, rumah makan, perhotelan, hingga, pedagang kaki lima, fasilitas publik seperti kantor-kantor pemerintah, swasta, sekolah, dan fasilitas keagamaan yang masih kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Akibatnya, sampah plastik berserakan di berbagai tempat. Padahal, pemilahan antara sampah organik (basah) dan anorganik (kering) merupakan langkah awal yang sangat penting agar proses pengelolaan dan daur ulang dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Ketua Forum Pencinta Sungai Kabupaten Sorong Selatan menyampaikan bahwa, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian seriu, terhadap persoalan sampah yang dinilai telah mengancam ekosistem sungai dan laut. “Pencemaran tersebut berpotensi merusak habitat berbagai biota, seperti ikan, udang, kepiting, dan organisme lainnya,” ujar Waleli Saflesa seperti dikutip Petarung.org, Minggu (2/82026)
Menurutnya, Sungai Kohoin merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan. Banyak warga menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan di kawasan muara Sungai Safla. Namun kini, aktivitas mencari ikan semakin sulit akibat banyaknya sampah yang mencemari perairan.
“Berbagai jenis sampah, seperti botol plastik, popok sekali pakai, limbah septik, dan sampah lainnya kini mencemari Sungai Kohoin. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian bersama,” ujar Ketua Forum Pencinta Sungai Kabupaten Sorong Selatan itu.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sorong Selatan pada 6 Agustus 2026, Forum Pencinta Sungai mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengambil langkah cepat dan nyata dalam menangani persoalan sampah.
“Bagaimana mungkin kita bangga Kabupaten Sorong Selatan dikenal sebagai Kabupaten 1001 Sungai, sementara hulu sampai ke muara 1001 sungai itu penuh dengan limbah dan sampah yang menakutkan,” ujarnya.
Sorong Selatan diharapkan tetap menjadi daerah yang bersih, sehat, dan lestari sehingga lingkungan hidup dapat terjaga untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. (YS/CR1)





