Sorong, Petarung.org- Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Provinsi Papua Barat Daya Selasa, (21/4/2026) disambut baik oleh Pendamping Pedagang Pasar Mama-mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) Provinsi Papua Barat Daya.

Semoga kunjungan ini, agenda kunjungannya pemerintah berikan informasi ril yang sesuai dengan realita di Masyarakat, agar kunjungan Pak Wapres juga melihat hasil kerja dan menyentuh realita mama-mama Papua agar pemerintah pusat bisa membantu intervensi tuntutan pedagang mama-mama Papua di Kota Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Pendamping Pedagang Mama-Mama Papua Kota Sorong, Robertus Nauw, menegaskan bahwa kunjungan Pemerintah Pusat ke daerah itu terkesan pemerintah daerah selalu lebih menonjolkan seremoni dan laporan fiktif.

Ketimbang upaya Pemerintah Daerah secara jujur memeprlihatkan sisi lain dari keburukan kebijakan pembangunan dan sistem pelayanan Masyarakat yang buruk dan selalu pemerintah pendekatan program dan hambur-hambur uang dan selalu tidak tepat sasaran.

“Jangan kunjungan in, hanya menjadi panggung dan pencitraan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, sementara kondisi dasar masyarakat pedagang mama-mama Papua,  jauh dari kata  sejahtera,”    ujar Robert, Senin (20/04).

4.153 Pedagang Mama-Mama Papua, berjuang di Papu Barat Daya untuk akses modal usaha dari dana otsus, dorong pemerintah buat regulasi soal jualan pangan lokal, dorong pembangunan pasar khusus mama-mama Papua, mendorong agar mendapat transportasi pedagang mama-mama Papua yang sumber dari dana otsus dan mama-mama berjuangan untuk pembinaan dan membangun koperasi pedagang mama-mama Papua yang semua akses dari dana otsus, selama ini pemerintah daerah tutup mata dengan aspirasi mama-mama Papua.

Kebijakan otonomi (daerah khusus) dalam hal ini Otonomi Khusus Papua, diberikan oleh negara dan Otsus diawasi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan semua kepala daerah di Papua bertanggungjawab kepada Wapres.

Sehingga dengan kehadiran Wapres di Papua Barat Daya, kami minta bantuan modal usaha untuk mama-mama Papua yang sumber dari dana Otsus, 10% yang di tangan Wapres untuk bantu mama-mama Papua, menginat semua kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati Dan Walikota Serta Kepala OPD  terkait di Papua Barat Daya, mama-mama sudah ketemu, bawa aspirasi untuk minta modal usaha dan modal koperasi namun realitanya pemerintah daerah selalu abaikan aspirasi mama-mama.

Tuntutan pedagang mama-mama Papua. Pertama, mama-mama perlu modal usaha yang sumber dari dana otsus. Kedua, Pembangunan pasar khusus yang sumber dari dana otsus.  Ketiga, pembinaan dan modal koperasi bagi pedagang mama-mama papua yang sumber dari dana otsus dan Keempat, akses transportasi bagi mama-mama Papua yang sumber dari dana otsus dan tuntutan ini bisa dibantu dalam program jangka pendek dan program jangka panjang.

Ia menambahkan, jika kunjungan Wakil Presiden tidak secara serius membahas dan mendapat informasi yang cukup soal tuntutan pedagang mama-mama Papua, maka kehadiran pemerintah pusat ke Papua Barat Daya bagi pedagang kehadiran Wapres hanya sebuah seremonial

“Saya melihat ada kecenderungan kunjungan ini akan menjadi alat pencitraa dari pemerintah daerah soal kesejahteraan dan kesuksesan implementasi Otsus di Papua Barat Daya kepada Pak Wapres dan ini bukan Solusi, karena pemerintah daerah selalu bisa menutup ruang dan realitas di Papua Barat Daya dengan kerja-kerja pencitraan yang jauh dari sebuah realitas di lapangan, terutama dalam hal memberdayakan mama-mama Papua sesuai amanat 50% dana Otsus untuk pemberdayaan,”  ujar Robert. (CR1)