Sorong, Petarung.org- Salah watu warga Klademak dan anak muda Klademak ,Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Robert Nauw angkat bicara soal viralnya larangan Sebagian oknum yang melarang, agar jasa ojek online ambil pemumpang dari di area Ramayana Mall Sorong dan area Rumah Sakit TNI Angkatan Laut yang diposting di media sosial Facbook yang diposting di Info Kejadian Kota Sorong, merupakan larangan yang sepihak dan tendensius dari oknum tertentu yang mengatasnamakan pemuda Klademak dan larangan ini tidak berdasar.

“Tidak ada kebijakan dan larangan dari kelurahan ini, Bahkan di 22 RT di lingkungan Klademak, kompleks ini punya ketua pangkalan ojek, ketua forum pemuda, ada ketua karang taruna dan ada pelaku usaha, tidak ada pihak pihak ini yang bertanggungjawab dan mensosilisasikan soal larangan ini, sehingga kami pastikan larangan itu hanya larangan sepihak jadi untuk pihak Ojol Maxim tidak usa indahkan larangan itu” ujar Robert kepada Petarung.Org Minggu (9/8/2026).

Ia menambahkan, terkait info yang beredar luas di media sosial Facebook tentang foto larangan maksim harusnya warga masyarakat di Kota dan Kabupaten Sorong yang akses ke klademak harus jeli melihat masalah ini secara utuh, jangan hanya asal baca spanduk dan kita kasi tanggapan miring karena.

Sebagai pemuda saya juga sering ojek di lingkungan ini, kami beberapa pangkalan di belakang Yohan, kami tidak perna berpikir apalagi melarang jasa ojek online ambil penumpang di daerah kaldemak terutama di area Ramayana Mall Sorong dan RS.AL karena banyak rekan-rekan kita yang juga kerja sambilan sebagai ojol Maxim.

“Semua orang punya hak untuk hidup, semua orang punya hak untuk dapat lapangan pekerjaan dan untuk soal larangan model ini pemerintah yang punya hak melarang bukan kami sebagai warga, kalo pemerintah saja ijnkan untuk operasi di sorong yang aturan itu juga berlaku di klademak.

“Keputusan sepihak model ini hanya menyusahkan orang lain, baik warga klademak sendiri, warga pengunjung di area pembelanjaan di Klademak dan terutama kebutuhan transportasi cepat untuk anak-anak sekolah dan pekerja kantoran,” ijarnya.

Memang semua orang tidak punya gaji, namun setiap kita punya rejeki sendiri-sendiri dan sebagai tukang ojek dan sebagai pemudak Klademak, larangan itu tendensius dan hanya sengaja benturkan kami ojek konvensional dan ojek online. benturkan warga dan penyedia jasa layaan ojek dan kita jangan menghambat usaha orang lain di area Klademak. (CR1)