Maybrat, Petarung.org- Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi tantangan kesehatan di wilayah Maybrat. Untuk mengatasinya, Puskesmas Aifat Utara tidak hanya mengandalkan intervensi kuratif, tetapi juga menguatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi berkala.

“Kami percaya bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Oleh karena itu, kami rutin mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman para ibu tentang gizi seimbang, pola asuh, dan deteksi dini risiko stunting,” ujar Kepala Puskesmas Aifat Utara, Rosalina Fanataf dalam kegiatan Linkes Puskesmas Aifat Utara yang digelar di Puskesmas Aifat Utara. Kamis (13/8/2026) seperti dikutip dari tabloidsisaom.com.

Kapus menambahkan, pelayanan khusus untuk pencegahan stunting Adalah Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Mereka adalah kelompok rentan stunting, Ibu Hamil perlu mendapatkan edukasi tentang pentingnya asupan gizi, pemeriksaan kehamilan (ANC), dan persiapan menyusui. Ibu Menyusui & Bayi Diajarkan tentang pemberian ASI eksklusif dan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang bergizi dan Pemantauan tumbuh kembang balita melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala di Posyandu. Selain itu, keterlibatan kader kesehatan atau kader posyandu dari masing-masing kampung juga sangat penting dilibatkan untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan pendampingan agar pelayanan  berjalan maksimal.

“Terkait upaya penurunan stunting, Rosalina mengingatkan masyarakat agar menjaga pola hidup sehat, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga karena faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu konsen pelayanan Kesehatan Masyarakat yang penting di Distrik Aifat Utara adalah masalah Stunting (kekurangan gizi kronis pada anak-anak). Masalahini penting karena ini soal kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mulai sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Ia menambahkan, Penyebab Utama Stunting yang harus Masyarakat di distrik tau itu pertama soal Asupan gizi ibu saat hamil rendah, serta makanan anak kurang protein hewani pada masa pertumbuhan. Anak-anak sering sakit diare atau infeksi saluran pernapasan (seperti TBC) yang menghambat penyerapan nutrisi dan penyebap lain yang penting soal Stunting adalah soal Sanitasi yang  buruk dan Akses air bersih yang tidak layak dan lingkungan tempat tinggal yang kurang higienis. Juga menjadi penyebab gizi anak terhambat.

“Petugas kami konsen turun ke kampung kampung di wilayah distrik aifat utara untuk pelayanan karena ini hal penting untuk Pastikan ibu mendapat nutrisi seimbang dan tablet tambah darah, Berikan ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan, dilanjutkan dengan MPASI kaya protein hewani, Rutin bawa anak ke Posyandu atau Puskesmas setiap bulan untuk menimbang berat dan mengukur tinggi badan dan Terapkan akses sanitasi air bersih dan cuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait upaya penurunan stunting, Rosalina mengingatkan masyarakat agar menjaga pola hidup sehat, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga karena faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting dan Puskesmas Aifat Utara telah menyampaikan data kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan program kesehatan, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perikanan.

“Data dari Puskesmas sudah kami serahkan kepada OPD terkait. Selanjutnya pelaksanaan program disesuaikan dengan anggaran dan kewenangan masing-masing instansi,” jelasnya.

Rosalina menambahkan, sejak dirinya dilantik sebagai Kepala Puskesmas Aifat Utara, bersama dokter dan tenaga kesehatan lainnya, pihaknya terus melakukan monitoring serta turun langsung ke setiap kampung untuk memantau kondisi kesehatan Masyarakat salah satu konsentrasi kami di Puskesmas Aifat Utara juga adalah soal masalah Stunting

ia berharap seluruh kepala kampung di Aifat Utara agar aktif dan terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas kesehatan apabila mengalami sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan yang tepat sesuai prosedur. Mengingat pencegahan stunting dimulai dari edukasi dan pola hidup sehat. (CR1)