Sorong, Petarung.org- Mama-mama pedagang Papua Anggota Pasar Pedagang Mama Mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) melakulan Rapat Terbuka mendiskusikan kebijakan pemerintah di Sektor Pasar. Diskusi yang dilakukan di gedung Lambert Jitmau Kota Sorong, Senin, 10 November 2025, Pukul 11.30 – 14.30 WIT.

Rapat terbukan ini diselenggaranan sebagai ruang diskusi, untuk mempertemukan para pedagang Papua yang dominan perempuan ini, bertemu dengan Pemerintah mendiskusikan tiga isu utama kebijakan pemerintah di Sektor pasar, yaitu :

1. Kordinasi program dukungan modal usaha bagi pedagang Papua, khususnya anggota P2MPKS, oleh Dinas KOPERINDAG PBD

 2. Kordinasi memastikan pedagang Papua terlibat dalam  kebijakan renovasi dan penataan Pasar Remu dan

3. Kordiansi memastikan program pembinaan pedagang Papua oleh Pemerintah Provinsi PBD pada Tahun 2026.

Dalam pertemuan ini hadir unsur pemerintah, yaitu Dinas KOPERINDAK PBD (Selertaris Dinas dan kabid Koperasi UKM), Dinas Perdagangan Kota Sorong, dan juga Ketua Pokja Perempuan, Majelis Rakyat Papua (MRP) PBD.

Kegiatan pertemuan ini disambut antusias oleh 1.982 anggota mama-mama pedagang Papua Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Ini dapat dilihat dari jumlah dan kehadiran mama-mama, sejak jam 10 pagi mereka telah berkumpul di Halamam Kantor Wali Kota Sorong.

Mereka datang dari  pasar utama sentral remu sorong, pasar modern, pasar pelelangan ikan, pasar lingkungan, pedagang trotoar, emperan toko, pondok pinang dan usaha rumahan di kompleks di Kota dan Kabupaten Sorong,  juga dari kompleks-kompleks, khususnya mereka penjual pinang dan minyak disepanjang emperan jalan kota. Bahkan sebagian dari mereka datang dari wilayah luar kota yang jauh seperti Distrik Klamono, Distrik Beraur, Sayosa Timur, Kabupaten Sorong, hingga juga dari Kabupaten Maybrat.

Semangat pedagang Papua ini menunjukan niat seriusnya untuk mendapatkan dukungan modal usaha dan perhatian yang baik dari pemerintah padanya di sektor pasar.

Pada sesi pembahasan, 13 mama-mama mewakili seluruh mama-mama peserta pertemuan ini menyampaikan pandangannya tentang masalah yang dihadapi oleh pedagang Papua di Pasar, usulan ide program, serta juga kritik terhadap kinerja pemerintah yang dinilai tidak mengurusnya.

Mereka mengatakan, pemerintah harus meberikan modal usaha kepada seluruh pedagang Papua, pemerintah harus menyediakan pasar khusus bagi pedagang Papua, mereka juga mendorong pemerintah untuk membuat perda khusus untuk mengatur khekususan bahan-bahan jualan lokal seperti pinang, sagu dan beberapa sayur dan bahan jualan lokal tertentu hanya boleh dijual oleh pedagang Papua (tidak boleh dijual oleh pedagang migran).

Mereka juga mempertanyakan pengunaan dana Otsus yang menurutnya tidak banyak mereka rasakan.

Setelahnya, pihak dinas yang hadir dalam pertemuan ini pun merespon pertanyaan mama-mama dengan memberikan penjelasan secara normatif.

Dinas Koperindag PBD melalui sekertaris dinas, Arius Safkaur, menanggapi pertanyaan mama-mama dengan menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha bagi pedagang Papua akan diberikan dalam 1 atau 2 minggu kedepan, saat ini dinas sedang melakukan validasi data, setelahnya langsung akan dilakukan pemberian bantuan kepada mama-mama melalui Bank.

Selanjutnya Dinas Perdagangan Kota Sorong juga memberikan penjelasnnya, ia mengatakan proses relokasi pedagang Pasar Remu belum dilakukan, saat ini pemerintah sedang mencari lokasi sementara, ia lanjut mengatajan bahwa  renovasi Pasar Remu akan dilakukan awal Tahun 2026, dengan memakan waktu kerja selama 4 Tahun.

Ia lanjut mengatakan, Pasar akan dibangun 2 lantai. Lantai 1 akan dibangun empat blok. Mama-mama pedagang Papua akan tempati blok A dan B. Bentuk pasar bagi pedagang Papua akan berbentuk los, dengan meja-meja panjang sesuai Los

Setelah penjelasan dari pemerintah, MRP juga sebagai lembaga kultur orang Papua, membrikan padangannya untuk mengawal aspirasi pedagang mama-mama Papua di Papua Barat Daya. (CR1)