Oleh: Frederika Korain (*)
Coba kita tengok bersama, dalam 10 tahun terakhir, kita kehilangan orang-orang Tambrauw-Maybrat di usia muda dan sangat potensial, SDM kita yg telah dididik dengan susah-payah melalui proses pendidikan yg panjang, lewat sekolah dan asrama misi yang ada di daerah kita sana. Lalu durasi masa hidupnya hanya berkisar 50 tahun dan habis, sementara 20-30 an tahun sisa (Usia harapan hidup ideal pada masyarakat yg sehat menurut standar PBB) yang seharusnya masih bisa disumbangkan bagi kemajuan masyarakat kita, musnah begitu saja!
Selain pola hidup, perilaku pribadi tiap kita yg tidak menunjang kita untuk hidup sehat dan umur panjang, ada hal penting lainnya yg harus jadi perhatian anak-anak kedua daerah ini yg sedang memegang tampuk kekuasaan dan pembuat kebijakan pembangunan di Tambrauw-Maybrat: PERBAIKI SISTEM PELAYANAN KESEHATAN SEGERA!
Tunjang fasilitas rumah sakit di Fef dan Kumurkek dengan standar super memadai, rekrut tenaga dokter anak asli kedua daerah yg saat ini bertugas di beberapa tempat lain untuk pulang dan bertanggung jawab di kedua rumah sakit, kasih gaji yang memadai, dukung mereka yang masih studi dokter umum maupun spesialis dengan biaya studi dengan ikatan dinas agar pulang mengabdi, dukung pendidikan ahli manajemen rumah sakit, perawat-perawat, datangkan obat-obat standar agar tersedia di rumah sakit setempat untuk pelayanan terkait penyakit2 degeneratif masa kini;
karena bukan lagi sekedar kepala sakit dan batuk flu seperti ortu kita dulu yg bisa diatasi saat datang berobat di polik misi di Ayawasi dan Senopi, tetapi sekarang penyakitnya lebih berat: jantung, gula, stroke, obesitas *(pitis Otsus mawat, makan serba modern full kolesterol, sudah bukan lagi popat isi bambu dan awiah, baru nol olahraga lagi!)*, penyukuhan rutin ke masyarakat untuk pencegahan (preventif) penyakit2 modern tsb, dan seterusnya. Sodara/i yang ahli kesehatan pasti bisa isi daftar yang lebih panjang lagi. Pokoknya, sarana dan SDM kesehatan yang terbaik perlu ada di Maybrat-Tambrauw, supaya kita tidak habis mati tempo!
Kita tidak susah orang-orang pintar, Maybrat dan Tambrauw sudah membuktikannya sebagai gudang orang-orang cerdas di Vogelkoop. Dokter Paskalis Taa, Pilot Willybrordus Kocu, dua profesi langka itu kita yang raih pertama kali dari kaum tetangga kita Papua lainnya, adalah bukti kita sudah keluar jauh maju dibanding yang lain-lain!!
Tetapi pertanyaan serius harus muncul, sudah adakah rumah sakit terbaik dan sekolah dasar terbaik di daerah kita?
Jangan sampai sodara2 kita dari Pegunungan Tengah Papua yg katanya terbelakang itu, malah besok sudah lari jauh kase tinggal kita, manusia2 yg katanya pintar ini, karena pejabat putera daerah mereka ambil langkah-langkah signifikan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan dan pendidikan yang terbaik di daerah mereka, ekonomi rakyatnya ditingkatkan; baru kita nanti lihat dan gigit jari hanya telan ludah penyesalan panjang.
Terima kasih.
Mari kita bersama-sama berusaha perpanjang usia harapan hidup manusia Tambrauw-Maybrat, STOP Kematian Dini, apalagi orang-orang kita, generasi muda kita yang potensial.
Pemda, tokoh masyarakat, kaum cerdik pandai Tambrauw-Maybrat, segera duduk bersama dan susun peta jalan atasi kedua persoalan utama tersebut. Haraplah panitia tahbisan Uskup Timika se-Sorong Raya yang sedang kerja bisa pakai momentum yg ada, isi pembicaraan terkait pokok dimaksud disela-sela diskusi utamanya untuk kumpul pitis dukung tahbisan.
Pitis, dukungan akan ada sepanjang masa karena roo moof, roo mkor jabatan mase, roo kreyan di berbagai profesi, sehat-walafiat dan terus tampil memimpin kedua daerah kita. Orie ana mehai wisau mamo ree awia u huren yenot tapam sia rae wanu Mari kita pikir bersama. Salam Perubahan.
(*) Penulis adalah Pengacara dan Pegiat Hak Asasi Manusia berdomisili di kota Jayapura


